Ugly Alert eps 5-6 (Indonesian)

Sinopsis Ugly Alert eps 5-6 (Indonesian)

Ibu Jinjoo mencari Joonsoo, sepertinya Ibu Jinjoo tahu dimana biasanya Joonsoo pergi.

Akhirnya Ibu Jinjoo berhasil menemukan Joonsoo yang sedang menjajakan obat di pasar.

Ibu Jinjoo memarahi Joonsoo, “Kenapa kau disini? Kenapa kau membuat ibu khawatir? Apa aku memintamu mengumpulkan uang? Kau itu seorang murid, seharusnya belajar,kan? Anak nakal..

Joonsoo mengatakan dalam hati ‘Ibu memukulku tapi aneh..aku tidak merasa sakit..’ kemudian berkata pada ibunya, ‘Ibu Aku bersalah..aku bersalah’. (Akhirnya kata ‘Ibu’ keluar dari mulut Joonsoo)

Di stasiun bus, pamannya bertanya apakah tidak apa-apa merawat 4 anak sekaligus? Kemudian Ibu Jinjoo berkata, ‘tidak apa, selama kami bersama sebagai satu keluarga, jika Joonsoo datang lagi, aku ingin anda membawanya kembali lagi ke tempat saya’. Pamannya berkata Ya.

Di Bus, Ibunya berkata, ‘Nak, sebagai keluarga, kita tidak boleh melepas satu hal karena sebuah masalah, Ibu mau menghukummu tapi ketika aku menemukanmu, tapi karena aku terlalu baik aku tidak akan begitu, kau mengerti? Joonsoo menjawab nya ‘Iya, Bu’

Selama perjalanan keduanya tertidur, begitu sampai Joonsoo membangunkan Ibunya. Tetapi ternyata Ibunya tidak bangun. Joonsoo menangis menyebut kata ‘Ibu’.

Di tempat kremasi, Jinjoo menyalahi Joonsoo, jika Ibu tidak pergi mencari Joonsoo maka hal ini tidak terjadi.

Di Rumah, Jinjoo mengusir Joonsoo, karena dia tidak pernah meminta Joonsoo membayar kan biaya les balet, mengapa dia harus pergi. Jinjoo menyuruh Joonsoo pergi.

Hyunsuk yang khawatir bertanya pada kakaknya, ‘Apa dia akan benar-benar pergi? Bagaimana kita bisa bertahan hidup?’. Jinjoo mengancam ‘jangan berani-berani membuka pintu jika tidak aku akan membunuhmu!’

Hyunsuk melihat keluar dan keadaanya hujan, Joonsoo kehujanan. Hyunsuk berkata pada Jinjoo,’Dia masih di luar, Noona, sekarang hujan..’. Hyunsuk nekad dan keluar, mengajak Joonsoo masuk ke rumah. Namun Joonsoo tidak mau masuk sampai Jinjoo berhenti marah. Hyunsuk kemudian berkata, ‘Aku membuka pintu tetapi dia tidak bicara apa-apa, dia tidak tidur jadi pasti dia menerimanya.’

Joonsoo menyesal seharusnya dia tidak meninggalkan rumah, ‘setelah pergi aku sangat merindukan kalian’.

Hyunsuk langsung berkata, ‘ karena itu kau orang yang bodoh..mengapa kau pergi..?’ Joonsoo pun menyesal, ‘Aku minta maaf..aku meminta maaf karena pergi..Hyunsuk..’ Keadaan semakin menyedihkan, semua meneteskan air mata. Hyunsuk menangis sambil memeluk Joonsoo. (this situation makes me more sad, full of tears!!)

Keesokannya, Hyunsuk bertanya apakah kita harus tinggal di panti asuhan? Joonsoo yakin mereka tidak perlu pergi ke panti asuhan. Bahwa dia akan bertanggung jawab atas mereka. “Aku tidak yakin bisa memberi kalian makan dan baju bagus tapi Aku bisa mendukung kalian dan kalian bisa pergi kesekolah.”

Jinjoo yang tidak mau merasa berterimakasih pada Joonsoo, bertanya apakah itu keinginannya. Joonsoo menjawab ‘tidak perlu merasa berterimakasih, ini adalah kesalahannya, jadi yang mereka berdua lakukan adalah dengan menerima bantuan Joonsoo. Kalian bisa terus membenciku dan aku akan tetap mendukung kalian.’

Hyunsuk bertanya lagi, apa kau yakin akan membantu kami? Joonsoo yakin bisa membantu mereka, karena Joonsoo punya kemampuan bertahan hidup.

Pagi-pagi Joonsoo mengantarkan koran. tetapi Ajumma (Bibi) yang tidak mau terima memanggil Joonsoo. Tetapi dengan kemampuan marketingnya, Joonsoo mampu merayu si Ajumma itu. Joonsoo pun segera mengayuh sepedanya.

Segala pekerjaan dilakukan oleh Joonsoo yang berumur 14 tahun. Seperti menjual susu, membersihkan kamar mandi (sauna). Joonsoo yang semangat mengumpulkan uang tidak masalah bekerja membersihkan kamar mandi meskipun pemiliknya menolaknya karena terlalu muda.

Sesampainya di rumah, Joonsoo pulang pukul 3 pagi. Hyunsuk yang bangun melihat darah keluar dari hidung Joonsoo. Jinjoo pun mendengar pembicaraan mereka.

Jinjoo tidak suka pada Hyunsuk yang berbicara pada Joonsoo. Jinjoo menyuruh Hyunsuk jangan menganggap Joonsoo sebagai kakaknya. Bagaimanapun ini terjadi karena Joonsoo dan ayahnya.

Siang harinya Joonsoo menjual jus jeruk, dengan keahliannya dia dapat menjualnya. (kecil-kecil pinter jualan ya ^^)

Nari sudah berumur 6 tahun, Joonsoo (Im Joo Hwan) sudah dewasa, dan umurnya akan bertambah menjadi 20 tahun. Joonsoo dekat dengan seorang Noona, yang berumur 25 tahun lebih tua 5 tahun dari Joonsoo, Yoo Jeong Hee. Joonsoo bekerja di tempat karaoke di malam hari dan siangnya bekerja sebagai pekerja konstruksi bangunan.

Dirumah, makan pagi.

Joonsoo kaget dengan keputusan Jinjoo untuk pindah jurusan. Jinjoo seperti itu karena ingin membiayai Hyunsuk kuliah. Hyunsuk bilang dia bisa wamil dulu baru setelah itu mengumpulkan uang. Tetapi Joonsoo yang tidak menyerah tetap ingin kedua adiknya kuliah.

Di jam makan siang. Nari menunggu Kakak tertuanya bekerja di konstruksi bangunan.

Jeonghee mengajak Joonsoo menonton pertandingan World Cup dan mendukung team Korea Selatan, Nari juga mengajaknya, sehingga dia tidak bisa menolaknya.

Di stadion, Joonsoo malah mengambil kesempatan untuk menjual minuman dan mentimun segar. Kemudian seorang gadis datang membeli minuman dan mentimun. Joonsoo yang menyangka umur si gadis 20 tahun, menawarkan minuman bir untuknya, padahal umurnya 18 tahun. Joonsoo segera meminta maaf. Lalu gadis itu berkata, tapi karena tim nya menang dia tetap beli. Joonsoo pun memujinya karena dia orang yang pemaaf.

Ketika Joonsoo dan Jeonghee membahas umur Jeonghee, tanpa sadar Nari hilang. Joonsoo yang sadar Nari tidak ada, merasa sangat terkejut.

-bersambung-

eps 6

Joonsoo yang sangat khawatir Nari hilang, mulai berkeringat. Joonsoo mencarinya kemana-mana.

Untungnya gadis yang sama saat membeli minuman dan mentimun, menghampiri Joonsoo menggendong Nari. Dia kira joonsoo adalah ayahnya dan Jeonghee adalah ibu Nari.

Malamnya ketika Joonsoo ingin membelikan kimbab untuk mereka makan malam. Namun Joonsoo melihat Hyunsuk dan Gyungtae sedang membuli Hyunsuk. (Sepertinya Gyungtae hanya iri pada Hyunsuk, Pintar dan selalu berada di prestasi paling atas)

Gyungtae seperti berusaha membuat Hyunsuk marah, mengatakan bahwa ayah barunya itu adalah mantan napi. Dengan menipu dan mendapat nilai bagus apakah Hyunsuk belajar dari ayah tirinya. Hal itu membuat Hyunsuk marah dan memukul Gyungtae.

Joonsoo yang melihat itu mulai marah. Joonsoo memukul Gyungtae, namun Hyunsuk teriak melarang memukulnya. Hyunsuk yang tidak mau dibela oleh Joonsoo mengatakan bahwa dia bukan anak kecil lagi yang perlu dibela.

Begitu Joonsoo balik lagi ke tempat karaoke, dia tidak membawa apa-apa, Jeonghee pun bingung. Joonsoo langsung menggendong Nari dan pulang dengan perasaan yang tidak baik.

Biasanya Joonsoo menyanyikan lagu ‘Bear’s Family’ (sepertinya itu judulnya, lagu yang ada di drama Full House) di perjalanan pulang. Tetapi kali ini tidak. Nari pun bertanya kenapa tidak bernyanyi lagi. Joonsoo bilang hati Joonsoo sakit. Nari pun ingin mengobatinya. Nari meniup telinga Joonsoo. Joonsoo kemudian berkata, ‘wow, hebat! karena Nari, Oppamu ini tidak sakit lagi..Nari harus menjadi dokter ketika besar nanti’.

Direktur menjenguk ayah Jeonghee di rumah sakit. Ayah Jeonghee merasa seharusnya dia mati saja supaya anak perempuannya tidak menderita. Direktur itu membantu membiayai pengobatan Ayah Jeonghee. Jeonghee memanggilnya Ajussi, Direktur itu tidak bisa membiarkan Jeonghee kurus dan memberikannya uang untuk makan supaya sehat dan agar bisa merawat ayahnya yang sakit.

Di taman, Jeonghee memanggil Joonsoo untuk bertemu. Hari ini, Ulang tahun Joonsoo. Mulai sekarang Joonsoo menjadi umur 20 tahun dan Jeonghee ingin merayakannya karena telah menjadi orang dewasa. Kata Jeonghee meskipun dia lebih tua 5 tahun dari Joonsoo, dia melihat Joonsoo sebagai seorang pria. Joonsoo pun kaget.

Joonsoo melihat Jinjoo yang sedang bekerja. Jinjoo ingin mengumpulkan uang dari hasil kerjanya untuk dapat masuk universitas. Jinjoo  bertanya, kenapa kau melakukannya, kita kan tidak ada hubungan darah, kenapa kau begitu bertanggung jawab? Joonsoo yang mendengar itu kecewa.

Joonsoo langsung mengatakan, ‘ Sebelum ibu meninggal, dia mengatakan padaku apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan keluargamu. dan saat itu aku pertama kalinya memanggilnya Ibu. Bagiku, ini adalah sebuah keajaiban bahwa aku memiliki keluarga jadi aku takut memanggilnya Ibu, jika aku menyebutnya maka keajaiban itu bisa hilang. Karena aku begitu takut, dan hari itu pertama kalinya aku memanggilnya Ibu, itu pertama kalinya aku memanggilnya Ibu. Dan sejak hari itu aku bersumpah bahwa aku tidak akan meninggalkan keluargaku.

Jinjoo kemudian berkata, ‘Tidak kah kau menyadari seberapa anehnya hubungan kita, bahwa kami bergantung padamu untuk membesarkan kami. Tidakkah kau ingat bahwa kami tidak membiarkan kau duduk di ayunan buatan ayah kami, tapi sekarang kami harus bergantung padamu. Tidakkah kau tahu itu aneh bagi kami?

Joonsoo tetap tidak mau mereka berpikiran seperti itu. Bagaimanapun Joonsoo adalah kakak tertua. Dia bahagia dengan apa yang ada sekarang. Jika Jinjoo pulang dan belajar, Joonsoo akan sangat bahagia sekali.

Di tempat karaoke, Joonsoo tidak melihat mata Jeonghee. Jeonghee bertanya ada apa dengannya, kemudian bertanya apakah aku ditolak?

Joonsoo menjelaskan mengapa dia seperti itu. Hal itu karena setiap lihat Jeonghee dia merasa jantungnya berdegup kencang. Jeonghee pun memeluknya.

Joonsoo memberikan syarat yang harus membuat Jeonghee menunggu selama 10 tahun. Joonsoo tidak ingin menikah sebelum adik-adiknya menikah. Joonsoo pun melamar Jeonghee dengan memberikan penutup kaleng dan meletakkannya di jari Jeonghee.

Joonsoo berkata dalam hati, ‘hanya dengan melihat wanita ini, mengingatkanku pada ibu, lemah lembut tetapi ketika berbicara tampak galak, karena itu saat itu ketika dia mengatakannya padaku, aku memutuskan menjadi prianya’.

Di sekolah Hyunsuk, terus berurusan dengan Gyungtae. Gyung tae tidak menerima dia berada di posisi kedua, karena Hyunsuk mendapat peringkat pertama. Gyungtae yang marah, mengatakan seharusnya Hyunsuk tidak belajar dan bekerja saja seperti kakak laki-lakinya. Hyunsuk tidak suka Joonsoo ikut dibicarakan dalam urusannya. Gyungtae memukul Hyunsuk, Hyunsuk membalasnya. Hyunsuk berkomentar, karena kurang cerdas sehingga Gyungtae melakukan hal ini.

Saat bekerja di tempat konstruksi bangunan, Joonsoo dipanggil oleh ajumma, dia mendapat telepon dari Sekolah. Joonsoo berlari secepat mungkin ke sekolah Hyunsuk.

Begitu sampai Joonsoo menunduk memberi hormat lalu duduk. Joonsoo meminta maaf karena telah memberi masalah pada Ayah Gyungtae sebagai politisi. Hyunsuk selalu menjadi model disekolahnya, bagaimana bisa berkelahi. Joonsoo percaya bahwa Hyunsuk bukan orang seperti itu, jika ya pasti ada yang memprovokasinya lebih dulu. Joonsoo bertanya pada Hyunsuk apakah dia yang mulai duluan? Hyunsuk menjawab bukan dia.

Joonsoo menjelaskan bahwa Hyunsuk tidak pandai berbohong dan hanya percaya pada perkataan Hyunsuk.

Joonsoo dengan bangga berjalan disamping adiknya.

Hyunsuk bertanya, ‘kenapa setiap kali melihat ‘Ajussi sang Dermawan’ selalu membungkuk 90 derajat? mengapa kau begitu hari ini? Jawaban Joonsoo karena dia menghormati Ajussi itu. Hyunsuk khawatir jika Joonsoo akan datang dan meminta maaf. tapi ternyata Joonsoo masih punya karisma. Joonsoo merasa dirinya tampak keren. Hyunsuk berkata , jangan berlebihan pada dirimu sendiri.

Di mobil, Ajussi sang dermawan mengatakan sesuatu pada Gyungtae. bahwa hari ini sangat memalukan, jangan lagi membuat ayahnya malu lagi.

Mengetahui Joonsoo berada di peringkat 1 tingkat nasional, Joonsoo sangat bangga. Joonsoo pun ingin merayakannya. Jinjoo tidak menganggap Hyunsuk pintar, itu hanya karena dia rajin belajar.

Disekolah, Joonsoo menemui teman Hyunsuk. (menyiapkan surprise)

Joonsoo, Jeonghee dan Nari menyiapkan pesta untuk Hyunsuk

Hyunsuk yang tidak mau datang ke pestanya tetap pada pendiriannya, dia tidak suka tempat ramai. Temannya bilang kalau Joonsoo yang menyiapkan pestanya. Pestanya berkaraoke ria tanpa batas waktu. Hyunsuk terlihat begitu bahagia.

Beberapa saat kemudian Gyungtae datang dan memperburuk keadaan. Gyungtae pun masuk ke ruang karaoke. Hyunsuk berhenti bernyanyi.

Perkataan yang membuat emosi Hyunsuk kembali dikeluarkan, ‘bahwa Guru matematikanya merasa kasihan sehingga dia memberikan remedial. Aku dengar bahwa guru kita mendengar bahwa keluargamu kurang mampu, maka guru kita memberi tambahan pelajaran. Ah..ini tidak benar kan, semuanya tahu kemampuanmu. tapi bukankah memalukan bahwa kakakmu itu bekerja di tempat konstruksi bangunan di siang hari dan di tempat karaoke malam harinya untuk membiayaimu sekolah dan kakakmu tidak ada hubungan darah denganmu. Karena bergantung pada orang luar, aku akan malu jika itu aku, aku tidak akan bisa menerimanya.

Hyunsuk mengusir Gyungtae dan ikut keluar bersamanya. Joonsoo pun bertanya pada mereka mau kemana. Mereka ingin bicara diluar, joonsoo mengatakan ‘bicara di sini saja’. Tapi mereka tidak mendengarnya dan berjalan keluar.

-bersambung-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s