Ugly Alert Eps 3 (Indonesian)

3-12

Sinopsis Ugly Alert Eps 3 (Indonesian)

Scene dimulai dengan Ayahnya yang menyesal karena mabuk.

3-1

Ayahnya menyalahkan Alkoholnya. Dia merasa selalu membuat masalah ketika mabuk. Joonsoo yang marah kepada ayahnya mengatakan bahwa ‘Hyunsuk masih belum dekat denganmu dan belum bisa menerima Ayah. Bagaimana bisa Ayah melakukan hal itu padanya!’ Ayah nya malah berkata, kau seharusnya memberiku isyarat! Kemudian Joonsoo membalikkannya, jika mendapat aba-aba apakah Ayah akan mengetahuinya, apalagi Ayah sedang mabuk? Kenapa teman-teman ayah mempunyai tingkah laku seperti itu? Mengapa mereka melakukan itu?
Ayahnya bertanya “Joonsoo apakah kau marah pada ayahmu ini?” Joonsoo menjawab langsung, tentu saja! Tidak ada gunanya juga berbicara padamu Ayah!

Hyunsuk dan Joonsoo tidur dan Ayahnya masuk ke kamar meninggalkan surat untuk Hyunsuk. Hyun Suk bangun dan membaca surat di ruang tamu.

3-2

Isinya

Untuk anakku tersayang, Ayah sudah bersalah. meskipun Ayah tahu ini adalah kesalahan ketika mabuk, tapi Ayah mengerti itu kesalahan besar. Ayah berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi dan berjanji mengorbankan hidupku untuk menjagamu. (dari ‘Hei'(‘Jeogyo’))

Setelah membacanya dia kaget dan berkata, apakah dia berpendidik? Setelah itu dia ke kamar dan melingkari kata-kata yang salah. Lalu pergi ke kamar Ayah Joonsoo dan melempar suratnya, mengatakan ‘Inikah cara menulis sebuah surat permohonan maaf!’

Ayah Joonsoo berkata pada diri sendiri, apakah dia tidak melihat ketulusan hatiku?

3-3

Joonsoo masuk ke kamar ayahnya. Dan bertanya apa Ayah membuat kesalahan lagi. Ayahnya menjawab Aku menulis sebuat surat permohonan maaf ke Hyunsuk tapi dia mengembalikannya lagi padaku. Hyunsuk bilang harusnya tulisnya seperti ini dan aku akan dihukum oleh sekolah telah menulis seperti ini. Joonsoo yang telah melihat tulisan ayahnya, tidak tahu harus berkata apa dan dia keluar kamar.

Seorang wanita berjalan ke arah Ibu Jinjoo dan Ayah JoonSoo. Dia adalah ibunya teman Jinjoo. (tidak lain adalah ibu dari anak lelaki yang meledek Jinjoo). Si Wanita ini berbicara tentang fakta yang memang terjadi di keluarga Jinjoo. Ibu Jinjoo bertanya ke Wanita itu, apa kau tidak sibuk? si wanita menjawab dia ingin membeli kopi untuk memberi dukungan ke suami barunya. Ayah Joonsoo menyiapkan kopi yang berharga 500 won. saat itu juga ayah joonsoo melihat Jinjoo berjalan dengan temannya, merasa malu, dia permisi ke toilet dan meminta istrinya yang melanjutkan membuat kopi.

3-4

Si Wanita: “Jinjoo, Kau melihatku dan tidak memberikan salam? Kau punya ayah baru , pasti sangat bahagia dan merasa aman kan? Ohh Ayah Jinjoo, katanya kau mau ke toilet? tidak jadi?”

Sudah pasti ayah Joonsoo merasa malu, sangat malu.

3-5

Keadaan menjadi aneh, Ayah Joonsoo mengumpat dipojokan dan ibu Jinjoo menemukannya. Ibu jinjoo bilang dia sungguh tidak suka dengan sikap wanita itu. Baik di depan tapi menjebakmu dari belakang. Ayah Joonsoo merasa ingin memberinya tendangan tinggi. Ayah Joonsoo merasa tidak berguna, mengapa dia menikah, bertanya pada dirinya. Ibu Jinjoo bertanya, apakah kau berpikir seperti itu? Ayah Joonsoo menjawab dia merasa menemukan harta karun. Kata ibu jinjoo demi keselamatan, kembali lah bekerja dan mengumpulkan banyak uang. Ayah Joonsoo setuju.

Jinjoo pulang ke rumah telat dan ibunya sudha menunggunya. Jinjoo beralasan jika tidak begitu teman-teman akan membicarakannya dibelakangku. Ibunya langsung memujinya, betapa pintarnya Jinjoo. Jinjoo berkata hey terhadap ayah tirinya, dan hal itu ditegur oleh ibunya, paling tidak panggil dia Paman (Ajussi). Jinjoo merasa heran kenapa Ayah Joonsoo tidak bekerja yang layak, pertama menjual kue ikan dan sekarang menjual kopi di pasar. tidak bisakah seorang mantan napi bekerja yang layak? seperti di perusahaan? Ibunya pun menjawab, mencari pekerjaan sangat sulit, untuk bertahan hidup seperti menjual kue atau kopi tidak akan memalukan. Jinjoo menyimpulkan, jadi maksud Ibu status pekerjaan itu tidak memalukan. Ibunya pun memuji Jinjoo sangat pintar (yeah dia sangat pintar, kecil-kecil pintar bicara!)

3-6

Joonsoo memberikan surat Ayahnya untuk Hyunsuk ke Ibu Jinjoo dan dia tertawa. Kata ibunya, dia sudah berpikir melakukan hal seperti ini, suatu keberkatan. Joonsoo yang penasaran bertanya kepada Ibu Jinjoo mengapa dia mau menikahi Ayahnya. Jika aku menjadi wanita aku tidak akan menikahi orang seperti Ayahku. Ibu Jinjoo menggerakkan suratnya, dan satu kata “manis (cute)”. Ibunya melanjutkan, ‘Cinta itu dapat menerima apa yang tidak bisa orang lain terima’. Karena itu, Hal ini dapat aku terima dan aku mengerti. Jadi Aku bisa merasakan bahwa aku tidak sendiri. Sepertinya kau (Joonsoo) belum bisa mengerti. Joonsoo bilang ya, dia tidak bisa mengerti mungkin juga mengerti. Joonsoo berkata dalam hati, ‘Cinta itu dapat menerima apa yang tidak bisa orang lain terima’, kalimat ini sangat hangat, seperti Ibu.

Dikamar Hyunsuk, Joonsoo melihat Hyunsuk yang sedang menggambar, Hyunsuk ingin ikut kompetisi menggambar. Hyunsuk ingin ini dirahasiakan sampai dia menang. Joonsoo bilang dia berjanji.

3-7

Di sekolah, Guru Joonsoo ingin Joonsoo ikut kompetisi menggambar tetapi gurunya merasa aneh dengan sikap Joonsoo. Joonsoo bilang biarkan yang lain ikut kompetisi ini dan aku tidak akan menggambar dengan baik lagi lain kali. Seorang pria tua muncul (sepertinya kepala sekolah), apa yang kau inginkan sekarang? Guru itu pun menjawab bahwa Joonsoo tidak ingin ikut kompetisi menggambar itu. Pak kepala sekolah berkata jika dia tidak mau jangan dipaksakan. Joonsoo pun tampak senang.

Di rumah, Ayah Joonsoo bertanya, siapa yang berulang tahun? Ibu Jinjoo menjawab nyanyikan saja lagu selamat ulang tahun, cepat lah nyanyi. Kemudian Ibu Jinjoo mengatakan yang membuat mereka terkejut, “mulai hari ini, kalian harus memeperlakukanku seperti bayi, jangan membuat ku marah, jangan membuatku takut, membuatku sedih. Karena Ibu hamil. Kalian akan mendapat adik baru!”

3-8

Joonsoo mengatakan dalam hati, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan, aku akan mendapat adik..sebuah keajaiban~

Hyunsuk merasa mempunyai adik bayi akan menyenangkan sekali. Tetapi Jinjoo mengatakan ‘jika mempunyai adik maka semuanya akan fokus pada bayi baru itu. Apa kau ingin Ibu kita tidak peduli dengan kita.’

Pagi-pagi Joonsoo mengantarkan susu sebagai alasan berolahraga dan memberikan susu ke Ibunya untuk si bayi. Ibunya senang karena Joonsoo telah menerima adik bayi yang akan lahir.

3-10

Ibu Jinjoo harus terus istirahat sampai melahirkan, karena tubuh Ibu Jinjoo lemah. Jinjoo yang tidak suka ibunya menderita, menyalahkan Ayah Joonsoo. Sementara, Hyunsuk lebih memilih tidak berkata yang buruk tentang si adik bayinya, ketika bayinya lahir dia akan menyayangi adiknya.

3-11

Ibu Jinjoo mengalami waktu yang sulit di kehamilannya. dan ayah Joonsoo khawatir istrinya pingsan. Ibu Jinjoo bilang ini normal dan beritahu Jinjoo bahwa ketika ibunya tidak bekerja Jinjoo harus berhenti mengambil kelas balet. dan dia bisa melanjutkannya ketika Ibunya kembali bekerja. Setelah membiayai semua urusan rumah tidak ada lagi uang yang tersisa untuk kelas balet. Hyunsuk akan tetap dirumah dan tidak belajar tapi Ibunya tidak setuju dan berterimakasih karena mengerti. Jinjoo bilang dia bisa belajar dirumah  tetapi tidak dengan kelas balet, atau dia akan banyak tertinggal dari temannya.  Joonsoo sudah mengantarkan susu, Ibu Jinjoo akan marah jika dia melakukan pekerjaan yang lainnya lagi.

3-13

Ibu Jinjoo menunggu Jinjoo yang kabur karena marah dengan Ibunya.  Jinjoo gadis yang sangat pintar jadi dia tidak akan tertinggal apapun. Jinjoo juga mengerti karena bayi yang akan lahir karena itu hal ini terjadi dan bukan salah bayinya.

3-143-15

Ayah Joonsoo mendengar semua dan sedih dengan hal itu. Ayahnya berkata dia tidak punya SIM mobil jika punya dia ingin menjadi supir. Sebagai kepala rumah tangga, dia tidak bisa mengumpulkan uang untuk keluarganya dan Jinjoo harus berhenti mengambil kelas balet. Sementara Joonsoo terlihat bahagia karena ayahnya terlihat bijaksana, dan tidak pernah menyangka akan ada hari seperti ini.

3-16

Ayah joonsoo bertemu dengan temannya, temannya bilang untuk berpura-pura menjadi pemilik tanah dan menolongnya membalas dendam. meyakinkan Ayah Joonsoo bahwa hal itu bukan kriminal dan mereka tidak bersalah karena dialah yang dikelabui dan sekarang hanya tinggal membantu. Temannya memberikannya uang dan meminta untuk pura-pura menjadi pemilih tanah yang kaya raya.

translation from Chinese Sub

credit from @Karenkdrama via soompi thread Ugly Alert

Translation in Indonesian by koreainmyworld (noobi0290) from wordpress

(Copyright by Noobi0290)

Not allowed to copy to your blog, if so please notice me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s