CerpenKu

no a title yet..

pengen banget coba buat cerpen, walaupun udah beberapa kali ikut lomba suatu majalah namun ingin menyalurkan cerita yang saya buat ke blog ini..terimakasih..

Matanya menatap langit dengan sedih, perasaannya tidak dapat ditahankan lagi, semua yang ada telah menjadi memori dalam setiap detik dari kesehariannya, bersekolah dan menyukai seseorang dengan cepat merupakan hal yang tidak bisa dia hindari. Menyukai seorang wanita dan selalu bertepuk tangan, membuatnya semakin muak dengan semua ini.
Perasaannya terus bertanya mengapa hal seperti ini, dapat terjadi dengan mudah, sekian lama ingin membuang perasaan ini namun sulit, yang ada hanya sakit yang didapat. Bersama dan dibohongi, apakah anak jaman sekarang seperti ini, hanya tahu cinta. Namun saat itu datang, dia bertemu dengan wanita lagi setelah patah hati, dan that first sight itu muncul, dan mulai punya perasaan ingin hidup itu lagi. Sekali lagi, ingin hidup dan merasakan perasaan yang indah ini.
Saat itu, diperpustakaan umum, wanita itu mendorong rak buku dari besi, untuk meletakkan buku itu satu persatu, kemudian langkah demi langkah mendekati wanita itu, namun gagal dan tidak bisa lagi, takut akan ada lagi perasaan yang akhirnya menyakitkan perasaan. Berbelok ke tempat duduk dan melihatnya dari jauh, kemudian matanya sedikit menyipit, dan bibirnya mulai melebar membuka senyumnya yang indah kepada pelanggannya.
Perasaan kaget timbul melihat wajahnya yang manis, dia berdiri dan menghampiri wanita itu.
“Apa yang bisa saya bantu?” kata wanita itu sopan.
“Hm..saya..”dia tidak dapat berkata-kata, mulai nervous “Saya..hm apa kamu orang baru disini? Saya baru lihat sepertinya?” Tanyanya.
“Oh..iya, saya baru disini, kebetulan suka dengan pekerjaan seperti ini dan suka membaca buku, hmm..kalau boleh tahu apa yang bisa saya bantu?”
“Eh? Hmm..”sedikit ragu,”nama kamu siapa?” dengan nada cepat dan masih nervous.
“Oh..”tersenyum “panggil saya, Mina“, kemudian tersenyum. “Jadi apa yang bisa saya bantu?”
“Ah..nggak ada kok..” dia masih memandangi sang penjaga perpustakaan.
“Apa kamu Cuma mau tanya nama saya?” sedikit tersenyum lagi.
“Iya” begitu sadar,”Eh enggak kok, karena saya baru liat kamu disini, jadi karena saya sudah lama disini makanya pengen tahu aja..begitu” jelasnya
“Oh begitu, hmm..kalau kamu?”
“Hmm? Nama saya?” wanita itu mengangguk, “saya Fari”..
“ok, deh, ada yang mau saya kerjakan, saya permisi dulu..”wanita itu tersenyum, kemudian pergi.
Ya, namanya Fari. Bisa nervous dan langsung tertarik dengan apa yang dia lihat pertama kali, seperti hari ini. Perasaan yang aneh, setelah merasa patah hati, dan putus asa, namun kakinya berjalan ke tempat biasa dia membaca, dan itulah perpustakaan umum, tempat dia menyukai wanita itu setelah patah hati ke lima kalinya.
Sambil membaca buku matanya selalu mengarah ke wanita itu, dia mulai merasa itu adalah takdirnya bertemu dengannya disini, dan kembali bersemangat karena wanita itu. Sampai malam dia membaca bukunya dan sekaligis menunggu wanita itu pulang. Dari belakang dia mengikuti wanita itu. Mengetahui bahwa dia diikuti, dia berhenti melangkah, dan membalikkan wajahnya. Dia terkejut dengan tindakan wanita itu, dan menutupi mukanya dengan bukunya, wanita itu terlihat penasaran dan berjalan pelan, menuju orang itu. Secara perlahan dia mengintip sedikit dari persembunyian wajahnya, dan ternyata wanita itu sudah berada didepannya.
“Kamu?” kata Mina kaget.
“Ha-aai!” sapa Fari, sedikit ragu.
“Sedang apa? Belum pulang?”
“Haha,,belum..masih banyak yang harus kubaca tadi..”
“Oh..lalu?” tanyanya lagi.
“Lalu..hmm..boleh antar sampai depan sana? Sepertinya tidak baik bagi wanita untuk berjalan sendirian malam-malam begini..” kata Fari beralasan
“Mmm, kalo begitu, boleh juga..”wanita itu lagi-lagi tersenyum.
Mereka kemudian berjalan bersama, sampai tempat yang dituju..
“Kamu?” Tanya Mina
“Aku akan menunggu mu sampai bis atau taksi yang kamu tunggu datang, tidak apa kan?” masih nervous dengan ditutup dengan senyumnya sedikit.
“Baiklah, Makasih sebelumnya..”
Setelah 15 menit, menunggu dan diam tanpa obrolan sama sekali, akhirnya bus datang.
“Bisnya datang..” kata Mina.
“ah-Ya..”
“Makasih dah mau nunggu ya?”
“Sama-sama” kemudian Mina menaiki bus tersebut. Fari terus melihat bus itu hingga menjauh.
Fari berbisik sendiri “Mina”, kemudian tersenyum. Fari pun kembali berjalan ke arah ditempat sebelum mereka tadi duduk menunggu bus, dia berjalan dan tidak menemukan satu mobil pun disitu. Untungnya setelah lama berjalan ada taksi yang kebetulan ingin pulang kearah yang sama dengannya.

(to be continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s