Posted in KOREA in MY world

Pemberontakkan bidam 647 AD

Maaf sebelumnya tidak ada credit dari mana ini diambil, krn sudah lama belum mempostingnya jadi tidak tahu apa linknya..maaf..^^

Pemberontakkan bidam 647 AD
Nama Bi Dam ternyata cuma tercatat dalam Samguksagi sbb : Th 645 menghadiri pertemuan Hwabaek, sebagai Pemimpin

Jabatannya adalah Sangdaedeung (posisi tertinggi dalam pemerintahan) selama akhir masa pemerintahan Ratu Seon Deok.
Tidak jelas siapa orangtuanya tetapi Bi Dam keturunan Bangsawan dan menurut drama, Bi Dam Lahir pada tahun 584 M, tahun pertama Geon Bok, tanggal 7 bulan 7 kalender bulan (Chil Seok), jam 23.00 – 01.00

Motto pemberontakannya : “Women’s rulers can not rule the country” atau Penguasa Wanita tidak dapat memerintah negara (女主不能善理)

Legenda berkata selama pemberontakannya, sebuah bintang ‘jatuh’. Bi dam menggunakan itu untuk memotivasi pasukannya dengan berkata ini adalah tanda akhir pemerintahan Ratu. Di lain pihak, Kim Yu shin setelah berdiskusi dengan Ratu, mereka memutuskan menggunakan layang-layang berapi sebagai tanda ‘bintang sudah kembali ke tempat semula’

Jumong menyatakan bahwa setelah 10 hari setelah pemberontakan Bi Dam, dia dan 30 anak buahnya dieksekusi (Ratu Seon Deok meninggal tanggal 8 Januari, Bi Dam dieksekusi pada 17 Januari) setelah Ratu Jindeok bertahta. Beda dengan dramanya.

Lokasi Perang Bi Dam sekarang:
Benteng Wolsong (Myeonghwalsanseong), tahun 2000 dinyatakan sebagai World Heritage oleh UNESCO
(untuk melihat gambarnya ada di koleksi foto grup the great queen seon deok)
Nama nama penguasa Shilla
SILLA
1. Hyeokgeose Geoseogan 혁거세 거서간 朴赫居世居西干 (57 SM–4 M)
2. Namhae Chachaung 남해 차차웅 南解次次雄 (4–24)
3. Yuri Yisageum (24–57) 유리이사금 儒理尼師今 (Dari masa Raja Yuri sampai Heurhae memakai gelar Isageum, kata dari bahasa Korea kuno yang berarti “raja”)
4. Talhae Isageum 탈해이사금 脫解尼師今 (57–80)
5. Pasa Isageum 파사이사금 婆娑尼師今 (80–112)
6. Jima Isageum 지마이사금 祗摩尼師今 (112–134)
7. Ilseong Isageum 일성이사금 逸聖尼師今 (134–154)
8. Adalla Isageum 아달라이사금 阿達羅尼師今 (154–184)
9. Beolhyu Isageum 벌휴이사금 伐休尼師今 (184–196)
10. Naehae Isageum 내해이사금 奈解尼師今 (196–230)
11. Jobun Isageum 조분이사금 助賁尼師今 (230–247)
12. Cheomhae Isageum 첨해이사금 沾解尼師今 (247–261)
13. Michu Isageum 미추이사금 味鄒尼師今 (262–284)
14. Yurye Isageum 유례이사금 儒禮尼師今 (284–298)
15. Girim Isageum 기림이사금 基臨尼師今 (298–310)
16. Heulhae Isageum 흘해이사금 訖解尼師今 (310–356)
17. Naemul Maripgan 내물마립간 奈勿麻立干 (356–402) (Dari Raja Naemul sampai Raja Soji memakai gelar Maripgan, kata dari bahasa Korea kuno yang berarti “raja”)
18. Silseong Maripgan 실성마립간 實聖麻立干 (402–417)
19. Nulji Maripgan 눌지마립간 訥祗麻立干 (417–458)
20. Jabi Maripgan 자비마립간 慈悲麻立干 (458–479)
21. Soji Maripgan 소지마립간 炤智麻立干 (479–500)
22. Raja Jijeung 지증왕 智證王 (500–514) (Dari Raja Jijeung sampai Gyeongsun memakai gelar Wang (diambil dari Bahasa Tionghoa “raja”), dengan pengecualian di bawah ini)
23. Raja Beopheung Besar 법흥태왕 法興太王 (514–540) (atau Beopheung Taewang, “Taewang” adalah “raja besar”)
24. Raja Jinheung Besar 진흥태왕 眞興太王 (540–576)
25. Raja Jinji 진지왕 眞智王 (576–579)
26. Raja Jinpyeong 진평왕 眞平王 (579–632)
27. Ratu Seondeok 선덕왕 善德王 (632–647)
28. Ratu Jindeok 진덕왕 眞德王 (647–654)
29. Raja Muyeol Besar 태종무열왕 太宗武烈王 (654–661)

Silla Akhir
1. Raja Munmu 문무대왕 文武大王 (661–681)
2. Raja Sinmun 신문왕 神文王 (681–691)
3. Raja Hyoso 효소왕 孝昭王 (692–702)
4. Raja Seongdeok Besar 성덕대왕 聖德大王 (702–737)
5. Raja Hyoseong 효성왕 孝成王 (737–742)
6. Raja Gyeongdeok 경덕왕 景德王 (742–765)
7. Raja Hyegong 혜공왕 惠恭王 (765–780)
8. Raja Seondeok 선덕왕 宣德王 (780–785)
9. Raja Wonseong 원성왕 元聖王 (785–798)
10. Raja Soseong 소성왕 昭聖王 (798–800)
11. Raja Aejang 애장왕 哀莊王 (800–809)
12. Raja Heondeok 헌덕왕 憲德王 (809-826)
13. Raja Heungdeok 흥덕왕 興德王 (826–836)
14. Raja Huigang 희강왕 僖康王 (836–838)
15. Raja Minae 민애왕 閔哀王 (838–839)
16. Raja Sinmu 신무왕 神武王 (839)
17. Raja Munseong 문성왕 文聖王 (839–857)
18. Raja Heonan 헌안왕 憲安王 (857–861)
19. Raja Gyeongmun 경문왕 景文王 (861–875)
20. Raja Heongang 헌강왕 憲康王 (875–886)
21. Raja Jeonggang 정강왕 定康王 (886–887)
22. Ratu Jinseong 진성왕 眞聖王 (887–897)
23. Raja Hyogong 효공왕 孝恭王 (897–912)
24. Raja Sindeok 신덕왕 神德王 (913–917)
25. Raja Gyeongmyeong 경명왕 景明王 (917–924)
26. Raja Gyeongae 경애왕 景哀王 (924–927)
27. Raja Gyeongsun 경순왕 敬順王 (927–935)

Kim ChunChu
Kim Chun Chu adalah putra tunggal Putri Cheon Myeong dengan Bangsawan Kim Yong Su. Ia dikirim ke Dinasti Sui di Cina oleh ibunya demi keamanannya karena Putri Cheon Myeong tahu, pihak Mi Shil pasti akan memanfaatkan Kim Chun Chu. Kim Chun Chu tumbuh besar di Cina dan memiliki banyak pengetahuan. Kelak ia akan menjadi Raja Taejong Muyeol, Raja ke-29 Silla. Memerintah th 654 – 661. Ia sangat pintar berdiplomasi.

Kim Chun Chu sebenarnya adalah seorang Seongol, tapi saat kakeknya yaitu Raja Jinji diturunkan dari takhta, semua garis keturunannya diturunkan dan dianggap tidak pantas untuk naik takhta. Ayah Kim Chun Chu adalah Bangsawan Kim Yongsu seorang Jinggol maka Kim Chun Chu juga adalah jinggol. (biarpun ia cucu Raja dan keponakan Ratu).

Setelah semua keturunan Seonggol meninggal, yang berhak naik takhta adalah keturunan Jingol yang dianggap memiliki kapasitas. Semua orang di pemerintahan ingin Bangsawan Kim Al Cheon (atau So Al Cheon) untuk menjadi Raja. Jabatan Al Cheon waktu itu adalah Sangdaedeung (jabatan tertinggi di pemerintahan, jabatan yang pernah dipegang oleh Se Jong, dan juga Bi Dam). Kim Al Cheon dianggap pantas naik takhta karena selain jabatannya tinggi, ayahnya adalah seonggol dan ibunya seorang jingol. Tapi Jenderal Kim Yu Shin mendukung Kim Chun Chu dan Kim Al Cheon menolak takhta dan merelakannya untuk Kim Chun Chu.

Akhirnya Kim Chun Chu naik takhta dan bergelar Raja Taejong Muyeol. Ia akan menikah dengan adik Kim Yu Sin, Kim Mun Hee. Pada zaman Raja Muyeol, Silla berhubungan erat dengan Dinasti Tang Cina, karena Kim Chun Chu dan Kaisar Gaozong dari Tang adalah teman baik sebelum keduanya menjadi Kaisar.

Raja Muyeol minta bantuan Tang untuk menghancurkan Baekje, Tang mengirimkan 130.000 pasukan dibawah Jenderal Su Dingfang. Sementara, Jenderal Kim YuSin mengirim dari Silla 50.000 tentara dan bertempur dalam pertempuran berdarah melawan Baekje di Hwangsanbeol. Baekje kalah. Raja Uija dari Baekje akhirnya menyerah. Tinggal Goguryeo yang harus menghadapi Silla demi negara kesatuan Korea.
Raja Muyeol meninggal bulan Juni tahun 661. Anaknya Kim Beopmin naik takhta dan menjadi Raja Munmu – Raja pertama negara kesatuan Silla. Akhirnya ambisi Raja Jinheung tercapai.

10 elite hwarang seorabeol
1.Il Wyol Seong Do (Matahari dan Bulan cadet) dipimpin Bo Jong
2. Cheon Ryeong Ing Do (Naga Hijau/Biru) dipimpin Seok Bum adik Chil Sook
3. Yi Hwa jeong Do (Bunga Persik) dipimpin Deok Chung
4. Dong Baek Mae Do (Camellia Putih) dipimpin Baek Yui
5. Bi Cheon Ji Do (Peri Terbang) dipimpin Al Jeong
6. Hyeon Mu Ji Do (Black Warrior) dipimpin Pil Dan
7. Hu Guk Seon Do (Penjaga Kerajaan) dipimpin Im Jong
8. Baek Hu Bo Do (Harimau Putih) dipimpin Dae Nam Bo
9. Yun Sang In Do (Diatas Awan) dipimpin Seon Yeol
10. Cheon Si Hwon Do (Celestial City) dipimpin Wang Yon

1.Il Wyol Seong Do (Matahari dan Bulan cadet) dipimpin Bo Jong
Kita tahu Bo jong adalah Putra Se Ju Mi Shil dan Bangsawan Seol Won. Paling berbakat diantara para hwarang dan tidak pernah kalah dalam Bi jae (duel) kecuali saat bertemu saudara tirinya, Bi Dam dengan taichi cuan-nya🙂
Bo Jong diperankan oleh : Baek Do Bin kelahiran 21 Maret 1979 (menikah dengan aktris Jung Si Ah)
2. Cheon Ryeong Ing Do (Naga Hijau/Biru) dipimpin Seok Bum adik Chil Sook
Seok Bum adalah adik WonsangHwa Chil sook, memiliki ketrampilan pedang tinggi yang lagi2 tidak sebanding dengan Bi Dam. Seok bum adalah teman dekat Bo Jong. Dia yang selalu mengganggu Deok Man sejak Deok Man masih sebagai nangdo. Seok Bum setia dengan Mi shil karena banyak berhutang budi. Seok Bum juga paling kesal dengan Bi Dam karena sering diejek pendek🙂
Seok Bum diperankan oleh : Hong Kyung In kelahiran 27 Oktober 1976
3.Yi Hwa jeong Do (Bunga Persik) dipimpin Deok Chung
Deok Chung tidak begitu diperhatikan awalnya, tapi ia akan sering tampil juga di episode2 setelah Bi Jae (setelah 34 ke atas). Deok Chung selalu ada di lingkaran Bo Jong dan seok Bum. Tapi hati kecilnya mulai terusik saat ia lihat kecurangan Seok Bum dan mulai mendukung Putri Deok Man.
Deok Chun setia dengan keluarga Mi shil karena ia ditolong Seol Won Rang, jika bukan karena promosi Seol Won, ia belum tentu berhasil menjadi Hwarang di Seorabeol. Tapi Deok Chung akhirnya berpihak pada Putri Deok Man saat Mi Shil melakukan kudeta. Deok Chung diperankan oleh : Seo Dong Won, kelahiran 4 April 1979
2 drama terakhir yang ia perankan selain QSD adalah Bittersweet Life (MBC) dan Iljimae (SBS)
4. Dong Baek Mae Do (Camellia Putih) dipimpin Baek Yui
Baek Eui juga teman Bo jong. Sama seperti yang lain, ia akhirnya mendukung Putri bahkan sampai akhir, ia bersama Yu Shin berperang melawan tentara Bi Dam.
Baek Eui diperankan oleh : Jang Hee Woong, kelahiran 19 Februari 1980
5. Bi Cheon Ji Do (Peri Terbang) dipimpin Al Jeong atau Al Cheon.
Wah kalo yang satu ini ngga perlu ditanya, pasti dah pada hafal..ada satu postingan khusus about this guy, check this out : Al cheon
6. Hyeon Mu Ji Do (Black Warrior) dipimpin Pil Dan
Phil Dan adalah anak Bangsawan Jujin yang memimpin pasukan cukup banyak di daerah Sangju Jeong. Ayah Phil Dan dekat sekali dengan Bangsawan Se Jong. Tapi ia mulai gelisah juga karena pihak Mi shil mulai menggunakan taktik curang. Phil Dan diperankan oleh pendatang baru Lee Sang Hyun, kelahiran 18 Nov 1976
7. Hu Guk Seon Do (Penjaga Kerajaan) dipimpin Im Jong
Nah..doi juga sudah terkenal, ia memimpin resimen yang sama dengan Moon Noh dan mewarisi ilmu pedang yang sama dengan Bi Dam, hanya …tidak secepat Bi Dam. Im Jong selalu ada di pihak Raja dan Bangsawan Kim Yong Chun. Im Jong diperankan : Kang Ji Hoo (nama aslinya : Kang Woo Seok), kelahiran 7 Des 1980
8. Baek Hu Bo Do (Harimau Putih) dipimpin Dae Nam Bo
Dae Nam Bo ehm…dia adalah putra Mi saeng (Pungwolju ke-11, adik Se Ju Mi shil). Dae Nam Bo hanya melakukan tugas yang diberikan Mi Saeng atau Mi shil padanya, yang hampir selalu kacau terus..sebenarnya Dae Nam Bo sudah berusaha keras tapi memang ia sedang apes kali ya…
Dae Nam Bo ini sepertinya orangnya polos, ia bahkan tidak selihai Kim Chun Chu. Ada adegan dimana Dae Nam Bo kagum dengan keberuntungan Kim Chun Chu saat judi, Dae Nam Bo bahkan tidak tahu kalau ayahnya yang mengatur semuanya. Padahal Bi Dam yang lihat sekilas langsung tahu, Kim Chun Chu juga tahu. Itulah mengapa aku menyimpulkan Dae Nam Bo itu polos sebenarnya. Ia hanya melakukan perintah. Dae Nam Bo diperankan ; Ryu Sang Wook, kelahiran 4 Maret 1985
9. Yun Sang In Do (Diatas Awan) dipimpin Seon Yeol
Seon Yeol adalah teman Bo Jong. Sampai saat ini ia masih di pihak Bo jong hanya ia mulai ragu karena RUU Putri dan taktik Mi shil.
Seon yeol diperankan oleh : Choi Sung Jo, kelahiran 25 Februari 1979
10. Cheon Si Hwon Do (Celestial City) dipimpin Wang Yon atau Hwang Yun
Hwang Yun mulai mendekat pada pihak Putri Deok Man. Bahkan ayahnya dibunuh oleh Bo Jong atas perintah Mi shil. Bisa dipastikan Hwang Yun akan memihak Putri. Hwang Yun diperankan oleh Kim Dong Hee kelahiran Juni 1978,

Alcheon dalam drama dan sejarah
Setelah Membahas ratu seon deok, lady mi shil, jendral kim yusin, kim chun cu, sekarang waktunya membahas tentang hwarang al cheon.

Karakter Al Cheon mulai diperhatikan setelah episode 11, saat ia memimpin resimen Bi Jeon Ji Do dan Yong Hwa Hyang Do untuk bertempur melawan Baekje.

Saat itu Al Cheon menggunakan aturan yang sangat keras, ia memutuskan untuk membunuh prajurit yang terluka, tapi nangdo Deok Man tidak setuju dan beradu argumentasi dengannya. Saat itu Al Cheon tetap membunuh prajuritnya yang terluka. Ada adegan dimana Deok Man juga hampir celaka karena temannya (Shi Ryeol), yang membuktikan bahwa sebenarnya keputusan Al Cheon biarpun terlihat kejam ada benarnya juga.

Satu kali, Al Cheon sendiri tertembak panah, ia berkeras agar anak buahnya membunuhnya. Tapi sekali lagi Deok Man menentangnya. Kim Yu Shin yang saat itu mengambil alih pimpinan marah pada Deok Man yang dianggap tidak taat, tapi karena keteguhan hati, kekeras kepala-an, dan juga kepandaian diplomasi Deok Man, akhirnya Kim Yu Shin menyerah dan tidak membunuh Al Cheon. Walaupun Al Cheon tetap berkeras.

Kemudian, Al Cheon menyadari bahwa ia sudah berhutang nyawa pada Deok Man, dan setelah perang usai, Al Cheon mulai dekat dengan Kim Yu Shin. Al Cheon pernah berterima kasih pada Deok Man yang menyelamatkan nyawanya dan Deok Man minta ditraktir minum, tapi Al Cheon berkata Deok Man pantas mendapatkan lebih dari itu.
Sampai satu kali, Al Cheon diperintah Eul Jae untuk membunuh seseorang yang mengacaukan laporan untuk Baginda. Kemudian Al Cheon tahu bahwa orang itu adalah Deok Man, saat itulah ia membalas hutangnya pada Deok Man. Ia melepaskan Deok Man.

Setelah identitas Deok Man mulai terungkap, Putri Cheon Myeong minta Al Cheon menolongnya untuk bertemu Deok Man. Saat itulah ia mengetahui tentang Putri Kembar. Al Cheon mengambil keputusan untuk membantu Deok Man dan Kim Yu Shin. Ia juga sangat sensitif dengan perasaan Putri Cheon Myeong. Ia bahkan memberitahu Kim Yu Shin bahwa Putri menyukainya.

Kesetiaan Al Cheon pada Keluarga Raja terutama Putri Cheon Myeong terbukti saat ia melihat insiden yang mengakibatkan kematian Putri Cheon Myeong. Ia sangat marah. Ia kembali sendirian dengan membawa jenazah Putri Cheon Myeong dan menuntut keadilan untuk Putri dengan melakukan Nang Jang. Saat tahu bahwa Raja akhirnya memutuskan untuk tidak mengusut kematian Putri Cheon Myeong, maka Al Cheon memutuskan untuk bunuh diri.

Di Saat kritis, Deok Man datang dan memerintahkan Al Cheon untuk menghentikan tindakannya. Al Cheon adalah pendukung perjuangan gerilya Deok Man yang pertama. Ia adalah Hwarang yang pertama kali bersumpah setia pada Deok Man. Sampai Deok Man diakui sebagai Puteri Raja. Al Cheon juga terus setia menjadi Pengawal Istana Putri Deok Man. Al Cheon terus berada di pihak Putri Deok Man saat Putri mengadakan perang melawan Mi Shil. Sampai saat Puteri Deok Man diangkat menjadi Ratu Seon Deok, Al Cheon tetap setia sebagai Chief Guardian atau Kepala Pengawal Istana Raja. Ia yang paling tahu kondisi Ratu. Ia yang tahu saat Ratu sakit dan merahasiakan sakitnya. Ia yang kemudian diangkat menjadi Sang Dae Deung atau Perdana Menteri menggantikan Bangsawan Bi Dam yang meninggal dunia.
Sampai saat Ratu juga meninggal dunia, Bangsawan Kim Al Cheon tetap setia mengunjungi dan menjaga makam Ratu. Kata Kim Yu shin : Kaulah Pengawal Ratu sesungguhnya
Menurut Sejarah (Samguk Sagi),

Bangsawan Kim Al Cheon atau So Al Cheon adalah putera Bangsawan Hyeon Gong seorang seongol tapi ibunya seorang jingol. Saat semua keturunan seongol meninggal, termasuk Ratu Jindeok yang memerintah setelah Seondeok, Semua bangsawan dan pejabat merasa Kim Al Cheon adalah orang yang paling pantas untuk menjadi Raja Silla berikutnya

Hanya saja Jenderal Besar Kim Yu Shin lebih mendukung Kim Chun Chu dan Kim Al Cheon juga tidak menginginkan takhta. Akhirnya takhta ia serahkan pada Kim Chun Chu (Raja Muyeol).

Bangsawan Al Cheon adalah pribadi yang setia, teguh memegang aturan, pintar, dan berjiwa besar. Ia tidak memiliki kharisma sebesar Jenderal Kim Yu Shin atau ilmu bela diri setinggi Sang DaeDeung Bi Dam, tapi ia tidak akan pernah ragu untuk membela Ratu sampai mati.

Moon Noh
Adalah panglima hwarang ke 8 atau Pungwolju ke 8. Moon Noh sebenarnya adalah keturunan Gaya. Ia sudah muncul dari awal sebagai pengikut setia Raja Jinheung (Raja ke-24 Shilla),
Moon Noh adalah salah satu murid bangsawan Geochilbu, Paman Lady Mi shil. Dua murid Geochilbu yang lain adalah Seol Won Rang dan Mi shil. Moon Noh akhirnya menikah dengan putri Bangsawan Geochilbu (sepupu Mi shil).
Moon Noh selama Raja Jinheung memerintah bertugas memimpin upacara sembahyang dan juga menyelidiki perbintangan. Ilmu pedang Moon noh adalah yang terhebat dan dijuluki ilmu pedang dewa karena hebatnya. Saat Raja Jinheung meninggal, ia mendapat pewahyuan atau pesan bahwa saat Rasi Bintang Biduk menjadi 8, saat itulah akan muncul dia yang akan melawan Mi shil.
Mi Shil juga hampir membunuh Moon Noh, saat Mi shil ingin membunuh Lady Maya isteri Pangeran Baekjong, Moon noh menolong Lady Maya, akibatnya kedua orang itu juga hampir mati. Saat kelahiran putri kembar, Moon noh membantu So Hwa meloloskan diri ketika ditangkap Chil Sook. Moon Noh berhasil melukai Chil Sook dan lari bersama So hwa dan putri kecil. Saat itulah Moon Noh menghilang dari Shilla.
Raja Jinji (Raja ke-25 Shilla) mempercayakan putranya yaitu Hyeong Jong untuk diasuh Moon Noh. Hyeong Jong adalah putra Raja Jinji dengan Mi shil yang dibuang oleh Mi shil sendiri. Moon Noh menyimpan harapan kelak Hyeong Jong akan menjadi Raja dan menyatukan ke tiga kerajaan yaitu Shilla, Baekje, dan Goguryeo. Moon noh juga punya rencana menjodohkan Pangeran Hyeongjong dengan Putri Deok Man, Moon Noh ingin mengasuh keduanya bersama. So Hwa merusak rencana Moon Noh dengan membawa pergi Deok Man.
Moon Noh mengganti nama Hyeong jong menjadi Bi Dam dan mendidiknya sebagai murid, sebenarnya Moon Noh menyayangi Bi Dam hanya ia kaget saat melihat Bi Dam waktu kecil membunuh lusinan orang karena buku topografi 3 negara-nya. Setelah itu, Moon Noh berubah sikapnya pada Bi Dam dan banyak membatasi Bi Dam. selama ini Moon Noh melakukan perjalanan ke 3 negara untuk menyelidiki dan membuat peta dengan kerjasama bersama Yeom jong, seorang pedagang dan juga seseorang dengan jaringan intelijen luas.
Moon Noh berniat memberikan buku itu pada Kim Yu shin, ini yang tidak disetujui Yeom Jong. Diam2 Yeom Jong menyiapkan pembunuh untuk membunuh Moon Noh. Saat Moon Noh lengah karena bertarung dengan Bi Dam, ia ditembak panah beracun dan akhirnya meninggal dunia. Sampai akhir Bi Dam tidak pernah mengungkapkan kematian Moon Noh. Sehingga Moon Noh dapat tetap hidup sebagai legenda.

Seol Won Rang
Adalah Panglima Hwarang ke-7 dan juga kekasih Mi Shil. Seol Won Rang hanya hidup demi Mi shil. Namanya disebut dalam Hwarang Segi. Seol Won Rang juga murid bangsawan Geochilbu.
Seol Won Rang adalah pendukung setia dan tangan kanan Mi shil. Ia sangat pintar mengatur strategi, baik di medan perang maupun membantu Mi shil yang ingin menjadi Permaisuri di istana. Seol Won Rang selalu melakukan apapun keinginan Mi shil. Dengan Mi shil, ia memiliki putra tunggal yaitu Hwarang Bo Jong. Mi Shil jelas terlihat lebih menyayangi Bo jong daripada Ha Jong putranya yang lain. Beberapa kali Mi Shil terlihat menghibur atau memeluk Bo Jong, sedang Ha Jong sama sekali tidak.
Seol Won Rang selama hidupnya selalu mengalah pada suami Mi Shil yang lain, tapi ia memperoleh kepercayaan penuh dari Mi shil. Seol Won Rang juga mengerti Mi shil lebih dari yang lain. Hanya satu yang Seol Won Rang tidak tahu dari awal, yaitu bunga persik Sadaham, walaupun akhrnya Seol Won RAng tahu karena Mi Shil harus melawan Deok Man.
Sampai akhir, Seol Won Rang terus setia pada Mi Shil. Bahkan ketika Mi shil meninggal dan minta agar Seol Won Rang membantu Hyeong Jong (Bi Dam) putranya agar mendapatkan takhta, ia melakukannya dengan setia. Seol Won Rang sempat mengusulkan pernikahan kerajaan antara Ratu Seon Deok dengan Bi Dam dan berperang demi Bi Dam. Tapi Seol Won Rang juga seorang pahlawan yang mencintai Shilla, di tengah perjuangan antara hidup dan mati, Seol Won Rang sempat memberikan laporan terakhir mengenai kondisi pertempuran pada Jenderal Kim Yu shin. Sampai mati, Seol Won Rang tercatat sebagai pahlawan dalam Hwarang Segi.

Chil Sook
Hwarang yang paling setia dengan Mi Shil. Ketika remaja Chil sook tertangkap pasukan Goguryeo dan akan dikubur hidup2, saat itulah Mi shil menyelamatkannya. Mulai saat itu, Chil Sook bersumpah ia akan hidup untuk Mi shil.
Nama Chil sook tidak tercatat dalam Hwarang Segi, tapi menurut drama namanya ada dalam aula Hwa Sa Dang (aula penghormatan untuk para Hwarang yang berjasa).
Tugas paling spektakuler yang diemban Chil Sook adalah mengejar pelayan Raja yang bernama So Hwa yang melarikan bayi Putri kembar. Chil Sook hampir mati karena Moon Noh saat akan menangkap mereka. Dan dengan kesetiaan dan ketahanan yang luar biasa pada Mi shil, selama 15 tahun, Chil Sook mencari keduanya sampai ke Gurun Taklamakan di Cina. Ironisnya pemandu jala Chil Sook adalah sang putri yang selama ini ia cari, lebig ironis lagi nyawa Chil Sook pernah diselamatkan sang putri. Yaitu saat Deok Man remaja menelan batu jade Lord Yang sehingga Chil Sook bisa bebas dari hukuman mati.
Chil Sook akhirnya terpisah dengan Deok Man dan mengira putri itu mati di gurun. Chil Sook membawa So Hwa pulang ke Gyerim. Di perjalanan karena keadaan dan takdir, Chil Sook jatuh hati pada So Hwa. Tapi keduanya sadar, mereka terikat dengan tuan yang berbeda sehingga tidak akan pernah bisa bersama.
Takdir menyedihkan harus diterima Chil Sook. Ia tanpa sengaja membunuh So Hwa, Chil Sook membunuh wanita yang dicintainya dengan tangannya sendiri karena ia mengira So hwa adalah Putri Deok Man. Akhirnya setelah Mi shil meninggal, Chil Sook juga tidak punya alasan untuk hidup. Ia mencari cara membunuh Putri Deok Man dengan niat untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Chil Sook bukan tandingan kedua Hwarang Putri Deok MAn, Kim Yu shin dan Bi Dam. Chil Sook dengan mudah bisa saja mengalahkan mereka tapi Chil Sook tidak ingin hidup, ia memutuskan mengakhiri nyawanya sendiri di depan Putri, dengan demikian pengejaran selama puluhan tahun antara dirinya dengan Putri dan juga So hwa berakhir.
Chil Sook bahkan dijadikan kambing hitam oleh Putri Deok Man untuk menutupi pemberontakan Mi Shil, dengan alasan Putri ingin mengambil anak buah Mi Shil untuk bekerja padanya dan menyatukan semua demi unifikasi 3 negara. Boleh dikatakan Chil Sook sangat tragis.

Author:

i am a korean lover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s