Posted in KOREA in MY world

God of study eps 3-4

mohon maaf karena ingin mengartikan ke bahasa Indonesia makanya jadi lama untuk posting..
karena polling makanya mencoba untuk mengartikan recaps ini..
terimakasih atas perhatiannya..

pengenalan nama, karena awalnya akan membingungkan:
Kim Su-ro: Pengacara Kang Seok-ho
Bae Doo-na: homeroom & Guru bhs Inggris Han Soo-jung
Yoo Seung-ho: hot-tempered Hwang Baek-hyun
Go Ah-sung: nice, normal girl next door Kil Pul-ip
Lee Hyun-woo: B-boy Hong Chan-doo
Ji-yeon: sweet but clingy Na Hyun-jung
Lee Chan-ho:good-natured softy Oh Bong-gu

SILAHKAN KLIK LINK INI..
God of Study OST – “Because I’m Weary” by Ernest
http://www.mediafire.com/?ndvztnj0mdz

EPISODES 3-4


Persiapan Kelas Spesial untuk masuk ke universitas Chun Ha mulai diragukan. Seol Ho meninggalkan mereka untuk pergi sendiri, memberi mereka buku matematika dasar untuk mereka belajar sendiri. Murid lain datang untuk mengejek mereka; karena emosi Baek-hyun melakukan tendangan amarahnya dan ia menegaskan dirinya pada pemimpinnya, memperingati mereka untuk tidak melakukan seperti hal itu lagi. (Coba deh diperhatikan sementara mereka mengejek kelima orang dari baek hyun, tapi Baek-hyun malah bertindak dengan mendorong salah satu dari yang mengejek mereka dengan memarahinya, ketika mereka mengejek Gil Pul-ip.So sweet..isn’t it??)


Guru-guru lain menemukan bahwa Anak kelas spesial Chun Ha menjengkelkan, kemudian melakukan komplain kepada kepala sekolah Jang Mari. Mereka menorobos masuk ke kelas spesial itu dan bertanya mengapa mereka mengerjakan matematika dasar yang ditinggalkan oleh Pengacara Seok Ho. Soo-Jung (wakil kepala sekolah) menjelaskan bahwa mereka diuji dan ditemukan kekurangan, jadi mereka harus belajar dari dasar.

Seok ho memerintahkan Soo Jung untuk tidak membiarkan anak kelas spesial pulang sampai mereka menyelesaikan tugas mereka, maka mereka menggerutu selama mengerjakannya yang telah membuat mereka pulang malam. Yang sedikit mengagetkan,bahwa Baek-Hyun yang mendesak mereka dari pada mengeluh lebih baik mengerjakan tugas itu supaya dapat selesai dengan cepat.

Meskipun Baek hyun memiliki jiwa pemberontak, dia merasa berhutang budi kepada Seok-Ho karena telah membantunya dalam masalah rumah yang ia sewa, dengan imbalan berjanji untuk tetap tinggal dikelas atas bantuan Seok Ho.Yang Baek hyun tidak tau adalah Seok-Ho menyerahkan kantor pengacaranya untuk mendapat uang sehingga dapat membayar dan membeli rumah yang ditinggal Baek-Hyun dengan neneknya.
Seok-Ho pergi untuk mencari dan merekrut yang akan menjadi kelas spesialnya, kemudian mengunjungi guru yang keras dalam mengajar muridnya, Cha Ki-Bong, Ia pernah mengajar matematika di SMA, tapi ternyata guru itu menolaknya dan membiarkan Seok-Ho. Seok-Ho bersikeras, kembali mengingatkan bagaimana ia mengubah murid yang kelihatannya sudah tidak ada harapan dengan metode mengajarnya: “Kau menyelamatkan banyak anak dan membuatnya menjadi ada harapan. Akulah salah satunya.”
Guru Cha bilang bahwa anak-anak sekarang tidak merepon taktik yang diajarkannya, tapi Seok-Ho berjanji bahwa mereka akan patuh. Tidak inginkah untuk menolong anak-anak yang sangat membutuhkan dia?

Oleh Karena itu, Seok Ho membawa Guru Cha ke sekolah, mereka disambut oleh banyak mata yang penasaran (ya, para guru [O,O]). Guru Cha menjelaskan murid-murid tentang sikap mereka mengenai matematika. Ia bilang bahwa mereka tertinggal banyak, sebenarnya matematika mempunyai daya tarik dan sekarang membencinya, karena merupakan hal yang masuk dalam belajar.
Namun, Ia mengatakan untuk mengubah cara melihat subyek. Bahwa hal ini seperti sebuah permainan. Jangan terlalu memikirkan prosesnya, pikirkan bahwa badanmu ikut kedalamnya. Matematika seperti olahraga.

Untuk mendapatkan titik di seberang, ia melemparkan keluar masalah: akar kuadrat dari enam kali akar kuadrat dari tiga! Anak-anak meleset saat mereka tersandung pikiran mereka, sehingga Guru Cha perintah mereka untuk mengambil posisi mereka seolah-olah bermain ping-pong. Matematika harus seketika, otomatis, mekanis!

Dengan itu, mereka saling membalas, melempar masalah matematika diantara mereka satu sama lain, goyah ketika berpikir terlalu keras dan lebih baik lakukan ketika mereka bersantai yang cukup untuk datang sehingga mendapat jawaban yang benar.

Seok ho memperpanjang hal lebih jau dengan mengatakan kepada guru-guru bahwa ia, bertindak sebagai dewan direksi, akan menguji mereka juga untuk menilai apakah mereka tetap sebagai guru. Ujian perekrutan ini akan berlangsung dalam sepuluh hari. Para guru secara alami protes dan mengeluh, termasuk Soo-jung, yang menganggap dia mengambil cara ini terlalu mudah. Seok ho memperhitungkan pengujian mungkin tampak sewenang-wenang, tetapi ada hal-hal lainnya yang sangat penting dalam hidup yang dinilai pada salah satu nilai ujian, sebagai murid tahu itu. Guru-guru tersebut sudah mengulur waktu. Merupakan keberuntungan jika murid-murid mereka lulus dari sekolah. Tidak menyadari ketika anak-anak tidak datang kekelas atau menyia-nyiakan waktu selama pelajaran.
Selain itu, Seok Ho meminta Jang Mari untuk mengambil alih Soo-jung menagajar kelas bahasa Inggris untuk membiarkan Soo Jung masuk ke kelas special Cheon Ha. Karena Jang Ma-ri guru dengan waktu yang paling bebas.

Seok Ho menyatakan bahwa selama sepuluh hari, mereka akan memulai intensif seperti kursus pelatihan “Sparta”, yang mengharuskan mereka untuk makan dan tidur disekolah. Seok Ho mengirim kelima anak tersebut pulang untuk membawa barang-barang mereka, dan memerintahkan mereka untuk kembali di malam hari.
Selama makan malam, Nenek Baek-hyun mengatakan bahwa seorang pengacara (Seok-ho teman) datang untuk menangani pinjaman sekolah special yang akan membantu mereka menjaga rumah mereka. Baek-hyun memperlihatkan kecurigaannya, namun tetap pikirannya untuk dirinya sendiri.

Ketika Chan Doo memberitahukan tentang pelathan sepuluh hari itu kepada orangtuanya, mereka menyela dengan berita tentang mereka;bahwa dia akan dikirim ke Amerika. Ayahnya telah bekerja untuk mebuat dia pergi kesekolah yang bagus di Amerika Serikat, dan tidak ada alas an dia haru tinggal. Meskipun desakan Chan-doo bahwa dia tidak ingin pindah ke Amerika Serikat, tapi ayahny adalah pengusaha.
Chandoo mengatakan ke teman-teman B-boy nya, yang sadang berlatih untuk kompetisi mendatang, bahwa waktunya akan menjadi pendek untuk minggu depan. Chan-doo meyakinkan mereka bahwa mereka bisa melanjutkan menggunakan ruang praktek mereka, tapi mereka mengetahui bahwa mereka akan diusir keluar dari ruangan tersebut.

Pul-ip bahkan tidak punya kesempatan untuk memberitahu ibunya kalau ia pergi, karena Ibunya terlalu sibuk berpacaran dengan pacar nya yang sudah “menikah”. (Ketika ibunya memanggilnya keesokan harinya untuk menanyakan di mana ia berada, Pul-ip mencoba berpikir bahwa ibunya khawatir. Tapi malah sebaliknya, Ibunya menelepon dan meberitahu dengan bersemangat pada pacarnya bahwa dia bebas selama sepuluh hari.)
Bong-gu terjebak pada pekerjaan orangtuanya selama waktu makan malam (sehingga haru membantu melayani para pelanggan), dan tidak bisa balik ke sekolah. Seok-Ho mampir untuk berbicara ke orangtuanya, dan terkejut tentang kelas special yang diikuti Bong-gu. Mereka berkata dengan ramah bahwa mereka tidak pernah menekan Bong-gu untuk sekolah atau belajar, dia tidak seperti anak-anak lain dan mereka tidak menyuruh Bong-gu untuk menjadi baik disekolah.
Malah Sebaliknya, Seok-ho memperlihatkan kepada mereka buku-buku Bong-gu dan menunjukkan bahwa putra mereka suka belajar, tapi dia tidak pandai dan tidak memiliki kesempatan untuk belajar banyak. Ayah dan Ibunya bilang bahwa mereka tidak memarahinya kalau nilai-nilainya buruk, tapi Seok-ho berkata bahwa mereka tidak seharusnya mengacuhkan gairah anaknya yang ingin belajar daripada harus menghukumnya. Dia mengatakan juga bahwa Bong-gu bisa bekerja direstorannya tahun depan, namun ini mungkin terakhir waktu nya untuk mengembangkan minatnya dalam belajar.

Akhirnya kelas special nya dimulai. Mereka setuju untuk menyiapkan sarapan pagi, dan kelima murid pun tidur dikelas.
Baek-hyun masih memikirkan tentang isu pinjaman itu, dia bangun dan berjalan untuk menghirup udara segar, dan melihat Gil Pul-ip duduk sendiri mendengar musik.

Baek-hyun langsung jalan mendekati Pul-ip, dan ketika mengatakan bahwa dia (Pul-ip) tidak bisa tidur, Baek-hyun bertanya ”tidakkah kau mengkhawatirkan sesuatu?”. Pul-ip menjawab bahwa dia tidak yakin apakah ini keputusan yang benar untuk memilih ikut kelas special ini.
Dengan nada bercanda menjawab bahwa ini adalah keputusan buruk, Baek-hyun merebut mp3 pul-ip dan meledek dengan bercanda tentang selera pul-ip yang menyukai musik 80an itu. Pul-ip mencoba untuk merebutnya, tapi tawa mereka terganggu ketika Hyun-jung datang.

Karena iri, dia bertanya apa yang mereka lakukan disini, apakah mereka sengaja berencana bertemu tanpa dirinya?


Hyun-jung dan Baek-hyun tidak berkencan, dan bahkan tidak terlihat seperti Baek-hyun suka kembali pada Hyun-Jung; Baek hyun tampaknya bertoleransi meyakinkan Hyun-jung bahwa mereka hanyalah teman. Tapi Pul-ip mengetahui bahwa temannya telah mengklaim mereka seperti itu, maka untuk mengurangi kecanggungan, ia buru-buru untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Pul-ip melihat mereka dari kejauhan, bersugesti bahwa dia akan merasa bebas untuk menyukai Baek-hyun jika dia bukan temannya.
Baek-hyun mencoba meredakan amarah Hyun-jung dengan memberikan jaketnya, maksudnya agar tidak marah dan bukan sikap kasih sayang


Seok Ho membangunkan mereka pagi-pagi, menempatkan mereka melalui putaran di sekitar lapangan atletik dan memberikan garis besar jadwal studi ketat mereka. Seok-ho memberitahukan porsi waktu mereka tiap harinya, dengan belajar selama 14 jam setiap harinya, selama pelatihan mereka seminggu ini. Mereka akan makan dan tidur bersama

Metode berat tentang pelajaran matematika diajarkan guru Cha kepada murid-muridnya sehingga membuat mereka hanya diam, karena sekali diberikan soal mereka harus langsung menjawabnya. Baek-Hyun adalah yang pertama berbicara melawan guru Cha, “Apakah kami kalkulator?” Tapi daripada marah-maraha, Guru Cha menjawab “Ya” ke Baek-hyun, mereka harus bisa menggunakan cara ini agar bisa menjawab secara otomatis, seolah-olah mereka kalkulator manusia.

Namun, kelas terganggu oleh kedatangan Chan-doo, yang diikuti oleh para perwira polisi. Menuduh Seok-ho dengan keluhan penipuan, tapi Chan-doo tahu apa artinya semua ini. Dia berdiri dan mengatakan kepada ayahnya, “Aku akan pergi, oke? Aku akan pergi ke Amerika. ”
Chan-doo mulai mengepak barang-barangnya, tetapi Seok-ho memerintah untuk kembali ke tempat duduknya dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi? Dia mengulangi lagi bahwa sampai mereka diterima Chun Ha, mereka tidak bisa pergi. Kemudian Seok-Ho duduk dengan ayah Chan-doo untuk membahas masalah ini , mengatakan bahwa nilai matematika Chan-doo tertinggi adalah 52. Dia berjanji akan membuat nya menjadi nilai 80 atau lebih pada tes berikutnya dan sampai hari itu, Chan-doo akan tetap disini.

Chan-doo protes, bahwa dirinya tidak memiliki keyakinan kalau akan berhasil, tapi Seok Ho menguji Chan-doo: “Apa kau akan pergi ke Amerika seperti ini, seperti sapi yang dibantai, tanpa peduli diri mu? Kau tidak pernah bisa bermimpi yang indah, atau berdiri denga berani. Apakah kau ingin lari seperti ini? Apakah kau ingin mengecewakan temanmu yang peduli dan kemudian pergi seperti ini, sehingga tidak bertanggung jawab? ”
Setelah beberapa keraguan, akhirnya Chan-doo bilang ka ayahnya ingin mencobanya, dan lihat kemampuannya ketika hari kesepuluh itu.
Seok ho menawarkan untuk menandatangani sebuah kontrak menyatakan bahwa jika dia tidak bisa memenuhi janjinya pada Chan-doo untuk menghasilkan nilai 80 atau diatas 80, dia akan bertanggung jawab dengan mendapatkan konsekuensi atau hukuman apapun.

Tekanan yang berat pada mereka berlima, mereka mulai bertengkar. Baek hyun bilang keluhan itu adalah sia-sia, dan Chan-doo, tak sengaja mendengarnya, mengatakan kepada mereka bahwa dia menyesal telah menyebabkan sebuah masalah bagi mereka. Itu sebabnya ia bermaksud untuk pergi diam-diam, tetapi dengan waktu yang singkat ini setidaknya ia ingin mencoba kesempatan itu. Dia memohon Baek-hyun untuk menyelesaikan pertengkaran itu.


Waktu makan siang, Pul-ip menemui Chan-doo di atap, ingin menghiburnya. Dia membawa makanan dan berkata untuk menenangkan “Jangan menyesal. Bahkan jika bukan untuk mu, Kang Seok-ho dan Cha Ki-Bong akan mengajarkan kita dengan keras. Untuk 10 hari ini, mari kita berikan kemampuan kita semua.”
Baek-hyun jua dating untuk berbicara dengan Chan-doo, ingin meminta maaf atau berdamai. Dia sangat pesimis dari pada yang lainnya, mungkin karena dia takut berharap, seperti dia yang sudah berharap namun harapan itu hilang. Tapi ia berhenti ketika dia melihat Pul-ip dan Chan-doo sedang bercanda dengan akrab. Cinta segitiga muncul!!


Contohnya, sebagai sesama ikut kelas special mereka berlima harus memasak makan siang bersama, Chan-doo mengingatkan Pul-ip tentang bagaimana dia telah mengajaknya kencan di kelas, dan mengatakan bahwa dia sungguh-sungguh. Ketika Pul-ip dengan bercanda bahwa kenapa membahas itu sekarang, Chan-doo mengeluh dia akan pergi sebentar lagi, dia tidak percaya diri sama sekali bahwa dia akan mendapat nilai 80.
Malam itu, Pul-ip tidak sengaja mendengar Baek-hyun berbicara dengan neneknya ditelepon. Sedikit menggoda tapi ada kata-kata kasih sayang. (Dia tidak ingin menunjukkan perasaan yang sesungguhnya terhadap neneknya, seperti terlalu gengsi)

Selama beberapa hari, Seok-ho dan guru Cha tetap mengajari dan melatih mereka, skor pun nak secara bertahap-tahap, terus meningkatkan nilai mereka dengan 70, 80 kemudian 90. Kecuali Chan-doo, skornya tetap sekitar 55-60. Lebih baik tapi masih pas-pasan.
Guru Cha mendesah bahwa situasi mereka mengerikan, dan mereka takut Chan-doo tidak akan membuat kemajuan. Sudah waktunya untuk menggunakan senjata tajamnya. (tentunya dengan cara Guru Cha sendiri)

Malam itu, Guru Cha mengajak Chan-doo ke ruang olahraga, dia diberikan setumpuk soal. Sampai ia dapat skor yang sempurna, ia akan tetap disini. Bagaimanapun semua perhitungan menyangkut konsentrasi dan fokus, dan Chan-doo tidak melakukan itu.
Semuany a menonton dari jauh, cemas dan perasaan menyesal karena membuat Chan-doo seperti itu, supaya mendapat skor sempurna. Mereka berada disana berjam-jam, samapai tenga malam. Guru Cha tidak menyerah.
Baek-hun yang pertama meninggalkan ruangan, dengan tampak frustrasi. Tapi teman-temannya terkejut karena membawa kursi dan meja, dan bergabung dengan Chan-doo. Dia meminta tes dan tak lama kemudian 3 orang temannya ikut bergabung.

Masih membutuhkan beberapa waktu, tapi setidaknya Chan-doo jadi semangat atas yang dilakukan teman-temannya yang bersolidaritas, dan skornya mulai naik, 92, 96, 98, dan akhirnya Chan-doo mendapat nilai yang sempurna.
Pada situasi ini, ini bukan lah pelajaran untuk mengajarinya matematika, tetapi untuk membuktikan bahwa Chan-doo bisa melakukannya-dan sekarang, ia tahu bahwa ia bisa. Setelah itu, Chan-doo menemukan Baek-hyun yang sedang berada diluar, dan berterimakasih karena telah membantunya.
Hari berikutnyam Chan-doo belajar dengan energy baru, menyelesaikan soal matematika tak mengenal lelah, bahkan selama waktu makan, tidur atau dikamar mandi. Diabahkan bergumam soal matematika dalam tidurnya. Para guru terkesan dengan usahanya, tetapi khawatir bahwa ia melawan keterbatasannya.

Pada malam terakhir sebelum hari pengujian, Pul-ip bangun dari tempat tidur di tengah malam dan menyelinap keluar. Baek-hyun, yang juga terjaga, berikut keluar, diam-diam mengikuti di belakang saat ia meninggalkan sekolah dan pulang. Dia mengobarak-abrik tempatnya untuk mencari sesuatu sampai ia menemukan sebuah rekaman video tua, dan kemudian kembali ke sekolah.

Baek-hyun tetap tidak ketahuan sampai mereka kembali dan bertemu didepan gerbang. Sayang sekali pintu gerbangnya tertutup. Tanpa berpikir panjang, Baek-hyun meminjamkan punggungnya untuk diinjak oleh Pul-ip supaya dapat memanjat gerbang itu, tetap saja tidak bisa. Akhirnya Baek-hyun jongkok dan menggendongnya di bahunya. Dengan sedikit kesulitan akhirnya Pul-ip berhasil masuk ke sekolah.

Pagi harinya, para guru sudah berkumpul untuk menonton sesi pengujian. Mereka khawatir tentang Seok-ho yang membuat ujian dan berharap Chan-doo akan gagal untuk mendapat nilai 80 Jika Chan-doo berangkat, kelas secara otomatis akan bubar, kemudian Seok-ho tidak akan menguji guru-guru disekolah.
Orang tua Chan-doo duduk dijam ujian tersebut, melihat Chan-doo yang sedang berkeringat diawalnya. Kelima siswa ikut ujian, tapi setiap siswa focus dengan Chan-doo, yang mereka lihat adalah wajah Chan-doo yang cemas dan gugup.
Setelah beberapa kepanikan itu, Chan-doo mulai menenangkan diri untuk menyadarkan diri pada pelajara. Semuanya adalah bagian dari rumus dasar, dan semua yang harus ia lakukan adalah rumus untuk memecahkan masalah. Dengan kesadaran itu, ia menghadapi ujian tersebut dengan kembali semangat

Sampai waktunya tiba, kertas ujian Chan-doo diperiksa, sementara orang-orang yang lain menyaksikan dengan napas tertahan. Akhirnya, Chan-doo hanya mendapat nilai 79. (Walaupun nilainya bagus, tetap saja ia tidak melewati nilai 80 atau lebih)
Seok-ho kecewa, tapi ia benar-benar menghormati janjinya, yang akan menjamin janjinya ke ayah Chan-doo. Siswa yang dikelas pun memprotes bahwa ini tidak adil, tapi Seok-ho adalah seseorang yang patuh pada prinsipnya dan sebuah masalah hanya perbedaan kecil, ujian adalah ujian dan hasilnya sudah ada.
Orang tua Chan-doo berdiri untuk pergi, Pul-ip meminta waktu sebentar, dan meminta mereka duduk untuk menonton sesuatu. Dia meletakkan kaset ke dalam VCR untuk menampilkan video ketika Chan-doo masih berada di taman-kanak-kanak, anak-anak memperlihatkan kemampuannya saat di tk dengan bernyanyi dan menari, kemudian terlihat Ayah Chan-doo yang membacakan sebuah surat.

Ayah Chan-doo , dikamera mengatakan “Anak bungsu ku, Chan-doo. Mungkin karena kau lahir terlambat, tapi dibandingkan dengan kakak-kakak mu, kami merasa harus memberikan kasih sayang kepadamu. Kami khawatir karena kau selalu sakit sejak kau masih bayi. Jadi ketika ayahmu mendengar suara tawamu yang sehat,aku sangat senang. Aku tidak ingin berharap lebih didunia ini. Mereka bilang sekarang ini dengan belajar yang baik maka akan menjadi anak yang baik, tapi Aku berharap hanya ingin melihat mu sehat. Terimakasih telah bersama kami. Kami menyayangimu, Chan-doo.”

Pul-ip menjelaskan bahwa ia tumbuh tanpa mengetahui cinta dari seorang ayah, dan menunjukkan bahwa Chan-doo tumbuh seperti yang mereka inginkan – ia memiliki tawa yang cerah. Disa sudah sangat belajar dengan keras – apa mereka tidak bisa memberikan kesempatan sekali lagi? Anak-anak semu diam, menunggu jawaban dari Ayah Chan-doo.
Ayah Chan-doo tidak juga bergeming, hanya memperlihatkan wajah tenangnya. Dia mengatakan bahwa mereka telah bekerja keras, dan tetap berjalan keluar. Chan-doo mengikuti orangtuanya keluar dengan berat hati.

Temannya melihat keluarganya pergi meninggalkan sekolah, dan Baek-hyun tidak dapat menahan rasa frustasi. Dia berteriak marah ke mereka:
Baek-hyun : “Hei, Hong Chan-doo! Apa kau pergi? Apa kau robot? Apakah kau tidak ada otak? Baik, pergilah kalau begitu! Pergi dan hidup lah yang baik di Amerika!! ”
Pada saat itu, ayah Chan-doo berhenti, dan menoleh ke Chan-doo dan mengatakan sesuatu ke Chan-doo. Kemudian berjalan pergi, dia meninggal kan Chan-doo, kemudian Chan-doo berbalik dengan ekspresi serius..

Kemudian pecah dengan senyuman senang ketika member tahu bahwa ayahnya menyuruh nya untuk tetap tinggal. Ternyata Dia tidak harus tinggal di Amerika.
Dalam kegembiraan, kelompok kelima siswa saling memeluk, menyambut ia kembali.

Terakhir, Seok ho mengelola ujian para guru. Dia memberikan mereka dengan kertas kosong dan memerintahkan mereka untuk menulis tentang “Sekolah”. Ini adalah tes yang paling mudah daripada yang mereka kira, dan member mereka kesan bahwa Seok-ho tidak benar-benar serius dengan ujian yang mereka hadapi ini. Jadi mereka mereka menulis Essay sebagaimana mestinya , kemudian bangun untuk keluar ingin merayakan bersama dengan makan malam.
Kemudian Seok-ho memberhentikan mereka. Membali-balik essay, ia sudah menyimpulkan bahwa: Mereka semua dipecat!!

akhirnya selesai juga!! untuk episode 3-4!!

Gamsahamnida!!

credit:dramabeans

Author:

i am a korean lover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s